155
PERTUNJUKAN TARI KONTEMPORER
PANJAT
HUJAN
Where ritual, trance,and contemporary dance converge, new meanings emerge
OLEH:
- Tony Yap
UNTUK UMUM
TEMPAT TERBATAS
USIA 21+
TANGGAL
24 Juli 2026
WAKTU
19.00 WIB
VENUE
Gedung Layang Layang PSBK
Sejak 2007, Jagongan Wagen berkomitmen menampilkan karya pertunjukan segar dan inovatif. Mulai 2025, Jagongan Wagen berfokus pada pertunjukan beragam dari seniman lokal dan internasional, sebagai upaya strategis dalam membangun ekosistem seni pertunjukan yang kuat dan menciptakan pengalaman apresiasi seni yang otentik.
Kali ini, Jagongan Wagen mempersembahkan sebuah pertunjukan artistik tari kontemporer yang mengajak audiens untuk menyelami pengalaman membuka tafsir baru dalam melihat keseharian yang kerap luput dari perhatian.
CATATAN PROGRAM
Panjat Hujan
Oleh: Tony Yap
Durasi: 90 menit
Panjat Hujan, berangkat dari kosmologi masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan, di mana gagasan tentang “mustahil” tidak menjadi bagian dari cara pandang terhadap dunia. Karya ini mengeksplorasi bagaimana ritual dan pengalaman spiritual membentuk persepsi tubuh terhadap waktu dan ruang.
Menghubungkan praktik shamanistik dengan pendekatan tari kontemporer, Panjat Hujan dikembangkan melalui eksplorasi ruang yang dipahami sebagai ruang sakral, di mana tubuh bergerak dalam relasi dengan struktur-struktur tak kasatmata. Dalam proses ini, keadaan trance dihadirkan sebagai metode untuk membuka spektrum pengalaman sensorik dari yang intens hingga yang hampir tak terasa.
Karya ini tidak hanya berfokus pada bentuk gerak, tetapi juga pada bagaimana tubuh mengalami durasi, perubahan, dan ambang antara kendali dan pelepasan. Di dalamnya muncul pertanyaan reflektif tentang ketahanan dan kerentanan: dalam upaya untuk bertahan, apakah kita mampu tetap menjaga kelembutan?
Sebagai kolaborasi lintas budaya, Panjat Hujan menjembatani praktik dari masa lalu dengan konteks kontemporer, sekaligus membuka ruang dialog antara pengalaman artistik, pengetahuan tradisi, dan pemaknaan baru di masa kini. Pertunjukan ini juga dapat dilengkapi dengan sesi diskusi bersama seniman dan akademisi untuk memperluas konteks dan pemahaman terhadap karya.
Jagongan Wagen Episode 155 – Panjat Hujan dikembangkan dan dipersembahkan oleh Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK), Indonesia dan Toni Yap Company (TYC) Australia melalui dukungan dari Bakti Budaya Djarum Foundation.
Panjat Hujan mendapatkan dukungan dari Regional // Regional, sebuah inisiatif dari Asialink Arts di University of Melbourne dengan dukungan dari The Yulgibar Foundation, Circle 5 Foundation, serta Konfir Kabo dan Monica Lim.
Tony Yap
Seniman Utama / Koreografer
Tony Yap adalah penari dan koreografer kelahiran Malaysia yang menetap di Melbourne, Australia. Ia dikenal atas karya-karya yang memadukan tradisi shamanistik Asia dengan tari kontemporer, menjadikan tubuh sebagai medium riset dan trance sebagai metodologi somatik. Ia adalah pendiri dan direktur artistik MAP Fest (Movement, Arts and Performance Festival), serta penerima berbagai penghargaan termasuk Green Room Award dan Australia Council Dance Fellowship.
Reuben Lewis
Musisi / Komposer
Reuben Lewis adalah trompetis, komposer, dan produser pemenang penghargaan yang dikenal dengan warna suara elektro-akustik lintas genre. Ia memimpin ansambel I Hold the Lion’s Paw dan menciptakan karya yang memadukan jazz, improvisasi, dan pemrosesan suara langsung. Proyek terbaru mencakup Lost in Place di Mona Foma dan Imagination Exploration bersama Musica Viva.
Jack Riley
Penari
Jack Riley adalah penari berbasis di Melbourne dengan latar belakang panjat tebing dan seni bela diri. Lulusan Victorian College of the Arts ini telah menciptakan karya tari independen, tampil di panggung internasional, dan membintangi film pendek pemenang penghargaan. Kini ia berkolaborasi dengan Tony Yap dalam eksplorasi batas gerak dan pertunjukan.
Taichi Ishii
Penari
Taichi Ishii adalah penari yang bergerak di wilayah persilangan antara tari kontemporer dan praktik somatik. Dengan sensibilitas artistik yang terbentuk melalui latihan di Jepang dan Australia, ia membawa dimensi relasional dan kepekaan ruang yang memperkaya eksplorasi kolektif dalam residensi ini.
Agus Riyanto
Kolaborator Riset / Maestro Trance Bantengan
Agus Riyanto adalah maestro trance Bantengan dan pendiri Festival Bantengan Bull-Trance di Batu, Jawa Timur. Keahliannya dalam praktik trance animistik menjadi landasan pengetahuan utama riset ini. Wawancaranya yang direkam dalam proyek ini — tentang metode, filosofi, dan pemahamannya mengenai kepemilikan, ketulusan, dan hal luar biasa dalam praktik Bantengan — menjadi salah satu dokumen riset penting.
Ardiansyah Anwar / Anca
Kolaborator Riset / Makassar
Anca adalah kolaborator dari Makassar yang terlibat dalam fase riset Bissu pada proyek Panjat Hujan sebelumnya. Keterlibatannya memberikan kontinuitas kultural dan konteks praktik shamanistik Bissu dalam proses integrasi dua sistem trance.
Bergabunglah dengan kami untuk menyelami suara dan gerak yang menghadirkan pengalaman membuka tafsir baru dalam melihat keseharian yang sering kali luput dari perhatian.
Datanglah tepat waktu untuk menikmati suasana Ruang nJagong di Selatan dengan kehangatan setup jambu yang khas dan pilihan kuliner yang menarik.
Dukung kesenian sekaligus dukung lingkungan dengan bawa kemasan plastik tak terpakai yang akan dikelola oleh Tim Pastiklola.
PERTUNJUKAN TARI KONTEMPORER
PANJAT HUJAN
Where ritual, trance,and contemporary dance converge, new meanings emerge
UNTUK UMUM
TEMPAT TERBATAS
USIA 21+
KEMITRAAN STRATEGIS BERSAMA





PROGRAM SUPPORTERS







vENUE Strategic Partners


Network pARTNER



Media Partners












