Yuddhakanda

Setelah “Nonada”, “Wanagita”, dan “Pejalan, Api, dan Buih Samudra”, Yuddhakanda adalah penutup rangkaian Jagongan Wagen project interdisiplin PSBK di tahun 2016. Seluruh Jagongan Wagen project interdisiplin tersebut menggunakan kitab Ramayana yang ditulis oleh C. Rajagopalachari sebagai pijakan, sekaligus sumber inspirasi proses penciptaan pertunjukan. Proyek ini merupakan salah satu ruang belajar penciptaan kolaboratif, menggunakan metode penciptaan interdisiplin, yang menjadi salah satu materi belajar dalam Program Seniman Pasca Terampil 2016. Selama proses belajar metode penciptaan interdisiplin ini dibimbing oleh mentor Bruin Otten.

Di Jagongan Wagen Edisi Bulan Oktober 2016 ini, pertunjukan yang akan disajikan mengambil bagian perang Ramayana, Yuddhakanda, sebagai pijakan dan inspirasi cerita. Bagian cerita tersebut menceritakan kisah tentang perang antara Rama dan Lesmana yang dibantu oleh pasukan wanara melawan Rahwana dan pasukan raksasa. Kegelisahan Rahwana, Kumbakarna, Wibisana, keraguan Rama dan Bangsa Wanara, serta tangis ibu yang membayangkan kematian suami dan anaknya juga mengisyaratkan bahwa perang selalu dimulai dalam diri masing-masing orang.

Dalam proses penciptaan interdisiplin kali ini, enam seniman dari disiplin Seni Teater, Seni Musik, dan Seni Rupa, yang juga merupakan seniman peraih beasiswa Program Seniman Pasca Terampil 2016, mengambil tantangan artistik untuk menciptakan renungan atas kisah tersebut dan mewujudkannya dalam bentuk yang bersifat saling silang antar kekuatan disiplin seni masing-masing. Hasil proses kolaborasi dan perwujudan kekuatan seni secara kolaboratif ini mewujudkan semesta artistik Yuddhakanda, narasi tentang kelindan manusia di antara hasrat dan akal sehat, nafsu dan dharma, cinta dan duka cita yang hadir dalam peperangan.

Seniman yang mewujudkan gagasannya dalam Jagongan Wagen Edisi Agustus 2016 adalah :

  1. Aik Vela Pratisca ( Seni Teater )
  2. Akbar Fakhrizal AR ( Seni Teater )
  3. Fitriyana Yuliawati ( Seni Teater )
  4. Iqro’ Akhmad Ibrahim Laily Subkhi ( Seni Rupa )
  5. Marta Karisma Lelina ( Seni Rupa )
  6. Thoriq Dwi Prayitno ( Seni Musik )

 Padepokan Seni Bagong Kussudiardja mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bruin Otten, yang dengan kesabaran, perhatian, dan kebesaran hati seorang guru, telah memberikan pelatihan metode penciptaan interdisiplin di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja 2016.

 Acara ini terselenggara dengan dukungan Bakti Budaya Djarum Foundation

SHARE

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on email
Close Menu
subscribe icon
Stay connected with PSBK.