Ngetutke Rasa

Ngetutke Rasa

Jagongan Wagen edisi Maret ini, Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) mewujudkan karya baru dari Pusat Latihan Tari Bagong Kussudiardja (PLTBK), yang menandai perayaan 60 tahun PLTBK – yang mengawali program perayaan ulang tahun peringatan pencapaian kebudayaan Bagong Kussudiardja sebagai seniman (90th Bagong Kussudiardja/60th PLTBK/ 40th PSBK).

Sebagai warisan almarhum Bagong Kussudiardja, PLTBK terus berkembang dan tumbuh dengan memegang teguh cara belajar yang telah ditanamkan oleh Bagong Kussudiardja. Presentasi PLTBK kali ini menegaskan semangat kesenimanan Bagong Kussudiardja yang terus dipupuk hingga kini.

Melalui proses fasilitasi penciptaan karya yang berjalan selama kurang lebih satu bulan, PSBK mempersembahkan:

 “NGETUTKE RASA

Salah satu metode pengajaran tari dari Bagong Kussudiarja (BK) adalah ngetutke rasa (mengikuti rasa). Dia selalu menekankan pada murid-muridnya, karya seni tidak diukur dari benar salah melainkan baik buruk, yang pada ukuran selanjutnya secara sederhana di sebut kepenak dengan tidak hanya menjurus pada harmoni tetapi juga dalam disharmoni, kontras, parodik, konflik dan tragedi. Dalam istilah BK gerakan dalam tari harus bisa mencapai rasa gerak.

‘Rasa berpulang pada hati, rasa berpulang pada tingkat ‘kepuasan indrawi’ , tingkat ketersentuhan batin, terminologi nges, menyentuh mata hati’.

‘Matikan pikiranmu saat menari, tetapi kembangkan sekuat-kuatnya rasa gerakmu’.

Kali ini penerus PLTBK menggambarkan sekaligus mengajak siapa pun yang menikmati karya terbaru ini, untuk ikut memunculkan rasa dari masing-masing bersama komposisi gerak yang tercipta.

 

Tentang Pusat Latihan Tari Bagong Kussudiardja

Pusat Latihan Tari Bagong Kussudiardja (PLTBK) didirikan oleh Bagong Kussudiardja pada tahun 1958 di kota Yogyakarta dan telah melahirkan banyak pekerja seni tari yang menyebar ke seluruh Indonesia dan mancanegara.  PLTBK telah memproduksi berbagai karya tari dan berkolaborasi dengan berbagai media.  Secara aktif PLTBK juga turut berpartisipasi pada kegiatan seni dan budaya baik di tingkat nasional maupun internasional.

Penari :

  1. Paranditya Wintarni
  2. Indiartari Kussnowari
  3. Nurul Dwi Utami
  4. Arjuni Prasetyorini
  5. Pulung Jati Rangga Murti
  6. Putra Jalu Pamungkas
  7. Hermawan Sinung Nugroho
  8. Anang Wahyu
  9. Anang

Pemusik :

  1. Boedhi Pramono
  2. Purwanto
  3. Danang Rajiv Setyadi
  4. Desti Pertiwi
  5. Widanto Agung Nugroho
  6. Fajar Sri Sabdono
  7. Shandro Wisnu Aji Seputra

 

Acara ini terselenggara dengan dukungan Bakti Budaya Djarum Foundation

SHARE

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on email
Close Menu
subscribe icon
Stay connected with PSBK.