Rukun Agawe Santosa

Rukun Agawe Santosa, Crah Agawe Bubrah secara harafiah berarti kerukunan akan mendatangkan kebaikan dan pertengkaran akan menyebabkan kekacauan. Kalimat adalah pedoman agar orang-orang bisa saling menyesuaikan diri demi terjaganya keutuhan kelompok serta tercapainya tujuan kelompok., yang jauh lebih besar daripada tujuan masing-masing invidividu yang ada di dalamnya. Namun setiap anggota kelompok memiliki pemikiran dan perasaan masing-masing. Sedemikian juga setiap anggota kelompok memiliki peran dan fungsinya masing-masing. Agar perbedaan yang muncul menjadi sebuah kekuatan serta kekayaan, dan bukannya kelemahan, maka kepekaan dalam membaca diri dan juga orang lain adalah prasyarat utamanya. Prasyarat sekaligus unsur utama dari kerukunan itu sendiri.

Dalam RSR Rukun Agawe Santosa kali ini, kami mengajak para seniman dan juga mitra, melalui proses interaksi karya tumbuh, untuk menggali serta menafsir ulang makna kerukunan di masa sekarang. Saat situasi serta kondisi sosial sekarang membangun ruang-ruang interaksi yang semakin meluas sekaligus semakin rapuh. Saat perbedaan semakin sering menjadi alasan untuk memicu pertengkaran dan perpecahan. Saat kerukunan semakin jauh dari jangkauan.

Bagi para seniman yang berasal dari berbagai disiplin serta sudah melakukan proses bersama selama kurang lebih 7 bulan, proses ini adalah salah satu wujud kerja sama mereka selama ini. Selain itu proses ini adalah usaha mereka sebagai seniman untuk terus menautkan diri dengan dunia di luar dunia mereka, sebagai tempat asal, tujuan, sekaligus sumber karya-karya mereka selanjutnya. Dalam proses ini mereka, bersama dengan mitra masyarakat, akan mempraktikkan pesan dari pendiri Padepokan Seni Bagong Kussudiardja, yaitu mengabdi pada masyarakat melalui perantaraan kesenian. Atau yang lebih luas lagi mengabdi pada kemanusiaan, memaknai perbedaan bukan sebagai penghalang untuk mewujudkan kerukunan demi kepentingan bersama; hidup yang selaras dengan sesama dan alam semesta.

Seniman yang berkolaborasi dalam RUKUN AGAWE SANTOSO adalah:

  1. Aik Vela Pratisca – Teater
  2. Akbar Fakhrizal AR (Akbar) – Teater
  3. Fitriyana Yuliawati – Teater
  4. Iqro Akhmad Ibrahim (Iqro) – Seni Rupa
  5. Marta Karisma Lelina (Marta) – Seni Rupa
  6. Thoriq Dwi Prayitno (Thoriq) – Musik

Jadwal INTERAKSI bersama masyarakat akan berlangsung pada:

  1. Senin, 26 September 2016, pukul 13.00 – 16.00 WIB
  2. Rabu, 28 September, pukul 13.00 – 16.00 WIB
  3. Sabtu, 01 Oktober 2016, pukul 13.00 – 16.00 WIB

Jadwal PRESENTASI HASIL AKHIR karya rupa RUKUN AGAWE SANTOSA terselenggara pada:

Sabtu, 08 Oktober 2016 – pukul 19.00 WIB

Pameran akan berlangsung sampai dengan tanggal 15 Oktober 2016

Acara ini terselenggara dengan dukungan Bakti Budaya Djarum Foundation

SHARE

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on email
Close Menu
subscribe icon
Stay connected with PSBK.