Dialog Lensa edisi kedua kali ini adalah satu dari ribuan aktivitas seni yang harus mencari bentuk yang paling relevan di tengah situasi pandemi Covid-19. Di satu sisi sebenarnya kita cukup beruntung karena medium fotografi dan multimedia yang tersedia saat ini mempunyai sejarah perkembangan teknologi yang panjang dan dramatis. Mulai dari ditemukanya sistem proyeksi mekanis dalam kamera obscura, penemuan sistem rekam analog, penerapan sistem digital pada alat rekam, hingga peran internet sebagai media distribusi. Rangkaian perkembangan teknologi yang sebenarnya ikut membentuk berbagai aspek dalam diri kita hari ini. Mulai dari selera visual, kecepatan bekerja, proses berpikir, hingga respon bawah sadar kita. 

Ketika harus merespon situasi pandemi dengan bentuk yang relevan, dengan cepat kami memilih untuk mengambil pendekatan produksi konten digital. Artinya; dengan pendekatan tersebut kami berharap untuk memiliki ruang baru sebagai pengganti ruang pertemuan fisik. Salah satu aspek penting yang selama ini kami andalkan dalam program Dialog Lensa. Alih-alih hanya sebagai pengganti ruang fisik, proses produksi konten digital ini justru mendorong kami untuk memperhatikan dengan lebih detail mengenai makna ruang dalam medium fotografi multimedia berbasis proyeksi ini. 

Di tengah keterbatasan ruang gerak fisik, alih wahana dipilih sebagai siasat artistik. Melakukan pemindahan dan pengubahan media presentasi dari format majalah digital yang statis ke dalam wujud multimedia yang sinematik. Proses kurasi ruang menjadi hal penting dan membutuhkan kehati-hatian. Elemen tersebut kemudian dipertemukan dengan proyeksi foto, rekaman video, dan latar suara sebagai satu kesatuan yang lebih utuh. Pengubahan cara kerja ini berdampak pada logika naratif dalam proses penyuntingan yang melibatkan unsur sinematik sebagai perangkat artikulasi.

Kerja kuratorial yang kami lakukan berpijak pada editorial Kurniadi Widodo dalam publikasi digital SOKONG! edisi khusus “Karantina”. Melibatkan lima fotografer undangan dan hasil panggilan terbuka, Wid selaku editor menaruh perhatian pada ragam cara berpikir dan metode kerja dalam pembuatan karya fotografi di masa pandemi Covid-19. Dari editorial tersebut, terdapat beberapa topik yang tampak sedang dibicarakan bersama oleh para kontributor foto seperti misal pola komunikasi, keluarga, peribadatan, kesehatan mental, dan isu pangan selama masa pandemi. Topik-topik tersebut lantas kami ekstrak dalam wujud salindia (slide) untuk kemudian diproyeksikan ke ruang-ruang fisik.

Foto-foto dari para kontributor dibaca, dibongkar, disusun, dikelompokkan, dan disesuaikan ulang seturut konteks ruang media siar proyeksinya. Foto menjadi bahan kerja yang lentur selama proses alih wahana. Kemampuannya untuk menyesuaikan ruang media siar menjadi potensi yang dapat dimaksimalkan. Dalam prosesnya, banyak penyesuaian harus dilakukan, khususnya menyangkut proporsi yang melibatkan skala foto, ruang, sinematografi, dan latar suara. Penyesuaian ini diposisikan sebagai wujud dialektika antar media.

Dialektika semacam ini sepertinya bisa menjadi salah satu pendekatan alternatif untuk memadatkan pola kerja kita saat ini dengan meningkatkan kerja-kerja kolaborasi dan menciptakan tegangan baru. Tegangan yang pasti akan dibutuhkan untuk membiasakan diri dengan pola hidup paska pandemi.


Doni Maulistya, Prasetya Yudha, Kurnia Yaumil Fajar

Kurator Dialog Lensa

Dialog Lensa merupakan pilot platform eksplorasi karya-karya berbasis foto dalam format multimedia yang dipresentasikan dalam sebuah ruang proyeksi, diselenggarakan oleh dan dengan fasilitas PSBK. Platform ini diharapkan dapat menjadi sarana eksplorasi dan presentasi alternatif bagi fotografer & seniman kolaborator, juga sarana apresiasi bagi masyarakat luas. 

Editor Foto
Kurniadi Widodo

Fotografer
Adhi Wijaya, Aditya Mawardi, Aji Susanto Anom, Akmal Insan, Amalia Fadilla, Arif Furqan, Atikah Zata Amani, Diko Risanto, Dwiky Setya Nurhuda, Galang Anugrah & Adinda Lailia, Galih Yoga, Hasdirto, Hindra, Iar Aemid, Ibrahim Hasan Rahmandani, Intan Karunia, Luthfy Prayoga, Muhamad Zulkarnen, Muhammad Alzaki Tristi, Muhammad Arno Zarror, Muhammad Hidayat, Opin Adelpho Marnata, Rangga Yudhistira, Reza Fiqih Nurzaman, Rudi Khaizar Putra, Rugun Sirait, Satria Parabawa, Syahrul Gufran Saad, Yanis Setiawan

Unduh melalui link di bawah ini:

www.sokongpublish.com

SUPERVISOR PELAKSANAAN PRODUKSI
Teguh Hari Prasetyo

KOORDINATOR PELAKSANAAN
Wijil Sinang Purba Waluya
Donnie Trisfian

MANAJER PRODUKSI
Wijil Sinang Purba Waluya

EDITOR VIDEO & PENGARAH SINEMATOGRAFI
Krisna E. Putranto

PENATA & OPERATOR KAMERA
Aditya Kresna

DESAINER SUARA
Hengga Tiyasa

KOORDINATOR FOTOGRAFER
Kurnia Yaumil Fajar

PENATA KONTEN FOTOGRAFI
Prasetya Yudha D.S.

PENATA CAHAYA
M. Syachran

OPERATOR PROYEKSI FOTO
Doni Maulistya

DOKUMENTASI
Prasetya Yudha D.S.
Donnie Trisfian

DESAIN GRAFIS PUBLIKASI
Donnie Trisfian

FOTOGRAFER DI DALAM VIDEO
Hindra
Arif Furqan
Atikah Zata Amani
Luthfy Prayoga
Galang Anugrah &  Adinda Lailia

EKSTRA
Wijil Sinang Purba Waluya

SUMBER CUPLIKAN VIDEO
Courtesy of Youtube:

Pesan Achmad Yurianto Buat Orang yang Merasa Sehat.
KOMPASTV. Published on Mar 22, 2020.

Cegah Korona Penyebaran, Warga di Sleman dan Bantul Lockdown Lokal.
Seputar iNews. Published on Mar 28, 2020.

Niat Baik Warga untuk Berbagi dengan Sesama Di Tengah Pandemi Corona.
KOMPASTV. Published on May 3, 2020.