Kolaborasi Artistik Indonesia – Inggris Dalam Sebuah Jukstaposisi

Sebuah mixtape berjudul Jukstaposisi diluncurkan sebagai puncak dari program Musicians in Residence 2022 di Indonesia yang diikuti oleh musisi dan produser TĀLĀ (Inggris). Program ini hadir atas kerja sama antara British Council dan PRS Foundation, Inggris. PSBK menjadi mitra organisasi tuan rumah dari Indonesia bersama tujuh organisasi lain di berbagai penjuru dunia. Jukstaposisi mengemas kolaborasi kreatif antara TĀLĀ dan tiga seniman Indonesia yaitu Dipha Barus, Mario Zwinkle dan Uji Hahan.

(Yogyakarta, Mei 2022) Musisi dan produser asal Inggris, TĀLĀ telah merampungkan residensi virtualnya di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) dalam program Musicians in Residence – Indonesia 2022 yang hadir atas kerja sama antara British Council dan PRS Foundation, Inggris. Selama empat minggu pada bulan Februari – Maret, TĀLĀ berkesempatan untuk membangun koneksi serta kolaborasi kreatif bersama komunitas musisi – produser Indonesia.

“Bekerja sama dengan PSBK merupakan sebuah pengalaman luar biasa. Saya senang bisa mempelajari arsip musik Indonesia, mengeksplorasi berbagai suara dan sejarah negerinya. Saya senang membangun hubungan yang kuat dengan semua kolaborator dan berharap untuk melanjutkan project-project di masa depan. Saya akan ke Indonesia akhir tahun ini. Highlight nyatanya adalah saat PSBK memperkenalkan banyak produser musik melalui workshop digital dimana saya dapat berbagi proses produksi saya. Saya sangat bersemangat untuk dapat melakukan lebih banyak hal lagi ketika saya datang ke Indonesia nanti dan bekerja dengan lebih banyak seniman. Ini hanyalah awal dari perjalanan yang benar-benar mengasyikkan,” terang TĀLĀ tentang pengalamannya beresidensi di PSBK.

Di penghujung residensinya, TĀLĀ meluncurkan sebuah mixtape berjudul Jukstaposisi. Pada kompilasi yang terdiri dari 3 tracks ini TĀLĀ memproduksi sebuah track berjudul Sultan’s Pleasure serta berkolaborasi dengan rapper Mario Zwinkle dalam produksi track Melintir, dan DJ – komposer – produser musik Dipha Barus dalam produksi track Wavy Katara.

“Ini adalah pengalaman pertama berkolaborasi musik dengan produser luar negeri, terlebih project ini dilakukan secara virtual jadi terasa batasan dan tantangannya. Hal ini menjadi experience yang benar-benar baru. Di awal aku dikirim beberapa draft lagu yang TĀLĀ produksi. Dari situ aku langsung memilih lagu “Melintir”. This song speaks to my soul. Dari situ kami berdiskusi bagaimana draft lagu ini dikembangkan,” kesan Mario atas kolaborasinya bersama TĀLĀ.

Senada dengan Mario, musisi Dipha Barus yang dikenal dengan gaya khasnya dengan menerapkan unsur tradisional ke dalam musiknya berharap audiens dapat menikmati hasil kolaborasi mereka dari manapun mereka berada.

“Musik adalah salah satu bahasa universal yang menjembatani pertukaran ide dalam kolaborasi ini, secara kultural pasti ada beberapa aspek yang secara tidak sadar mempengaruhi tiap artist dalam pemilihan tekstur suara dan aransemen,” ungkap Dipha Barus.

Pada sampul mixtape Jukstaposisi ini turut menampilkan karya visual dari seniman Uji Hahan.

“Sebenarnya bekerja lintas disiplin itu selalu menarik bagi saya. Disiplin yang berbeda ini akan menghasilkan sebuah produk budaya yang menurutku cukup berbeda dari yang biasa kita nikmati dengan proses-proses yang cukup eksklusif. Seniman seni rupa dengan proses karya seni rupa, atau seniman musik bekerja sebagaimana seniman musik dengan prosesnya. Menurutku percampuran ini ‘kan di wilayah abu-abu tapi tegas yang bisa melahirkan kemungkinan-kemungkinan baru.” ungkap Uji Hahan.

Selama proses residensinya pada bulan Februari-Maret 2022, TĀLĀ dibantu oleh dua orang seniman asal Yogyakarta, Lana Pranaya dan Dito Satriawan dalam menggali kekayaan suara Indonesia. Bersama tim PSBK, mereka saling bertukar wawasan tentang skena musik dan komunitasnya di Indonesia serta berbagai bentuk sumber musik etnik sebagai referensi untuk mengenali budaya Indonesia.

“Mengambil jarak dengan objek dapat memberikan pembeda yang besar. Arsip, soundscape, relief yang ada di sekitar kita akan menjadi hal biasa saja jika dilihat dengan kacamata sehari-hari. TĀLĀ dan para kolaborator lain menunjukkan bahwa objek-objek tersebut dapat menjadi inspirasi bahkan materi pokok dalam mengkreasikan karya seni. Tentu saja kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi bila project ini dijalankan secara offline akan tak terbatas, namun residensi virtual ini telah memunculkan pengalaman dan proses kreasi yang baru. Sekali lagi jarak menjadi poin pembeda yang penting dalam program ini,“ jelas Dito Satriawan.

Jukstaposisi kini dapat diakses melalui SoundCloud di Soundcloud Tala Official

—–

Tentang TĀLĀ

TĀLĀ adalah seorang seniman dan produser, ia membuat musik elektronik dengan elemen RnB.  TĀLĀ lahir di Hampton dari seorang ayah keturunan Iran dan ibu keturunan Inggris. Berasal dari keluarga campuran, dia diliputi oleh berbagai gaya suara, dari musisi Googosh asal Iran, ke Garage, RnB, dan Hip Hop. Seleranya yang eklektik menciptakan palet sonic unik yang selalu membangkitkan minat kritikus.

Karya musiknya didukung oleh Columbia dan label berbasis di Brixton yaitu Aesop. Ia telah berkelana dan berkolaborasi dengan para seniman dari Mesir, Turki, Korea Selatan dan Amerika Serikat. TĀLĀ juga menjadi bagian dari Channel 4’s Future Sounds, Vevo’s DSCVR, penampil utama yang terjual habis di The Courtyard dan The ICA, membuat remix seperti untuk Katy Perry dan Petite Noir serta bekerja dengan merek seperti Missoni, Bose dan Adidas.

Selengkapnya tentang TĀLĀ:

Website: http://talatalatala.com/
Instagram: https://www.instagram.com/tala_official/
Twitter: https://twitter.com/TALAOFFICIAL
Youtube: https://www.youtube.com/user/TALAOFFICIALVEVO 

 

Tentang Dipha Barus

Dipha Kresna Aditya Barus alias Dipha Barus adalah salah satu DJ, composer dan produser terkenal di Indonesia. Dengan pembawaan musik multi-genre, saat ini ia beralih dari lagu-lagu bernada pop ke lebih banyak lagu bernada house-heavy sambal terus menunjukkan akarnya dengan menerapkan unsur tradisional Indonesia.

Pada tahun 2016, ia merilis lagu ‘No One Can Stop Us” bersama penyanyi Kallula, yang memberinya penghargaan Anugerah Musik Indonesia (AMI Award) pertamanya untuk Produksi Musik Terbaik. Pada “All Good” yang menampilkan penyanyi folk Nadin Amizah (2017) menunjukkan kekuatan gaya khas Dipha dalam menggabungkan unsur tradisional ke dalam musiknya. Dipha juga telah berkolaborasi dengan penyanyi terkenal Indonesia Raisa & Bunga Citra Lestari dan pendatang baru  Monica Karina.

Setelah menandatangani kontrak dengan label musik elektronik berbasis di AS yaitu ULTRA Records pada tahun 2019, “You Move Me” menjadi rekaman internasional pertamanya yang cepat mendapatkan pengakuan dan pemutaran perdana secara eksklusif oleh Billboard. Menyelam jauh ke dalam eksplorasi musik, Dipha Barus terus memperkuat keunikan gaya serta reputasinya sebagai kekuatan yang harus diperhitungkan di dunia musik elektronik.

Selengkapnya tentang Dipha Barus:

Website: www.diphabarus.com | Instagram: @diphabarus | Youtube: Dipha Barus | Tiktok / Apple Music / Spotify: Dipha Barus

 

Tentang Mario Zwinkle

Mario Zwinkle adalah rapper Yogyakarta yang berada di dalam label Hellhouse Records. Mario memulai karirnya sejak 2012 dan menyeruak ke kancah musik lewat single ‘Funk Yeah’, ‘DIYU’, dan ‘Know Me Better’. Pada tahun 2019, ia berkolaborasi dengan Iwa K dan memproduksi single ‘Beda’. Pada tahun 2020, ia merilis album pertamanya dengan judul ’Soul Plane’.

Selain menguasi panggung dengan microphone, Mario adalah seorang atlet MMA dan berlaga pada One Pride MMA. Saat ini ia terdaftar sebagai atlet profesional One Pride dengan nama aslinya, Arya Givary Hiemstra.

Selengkapnya tentang Mario Zwinkle:

Instagram: @mario_zwinkle | Youtube: Mario Zwinkle | Spotify: Mario Zwinkle | Joox: Mario Zwinkle

 

Tentang Uji ‘Hahan’ Handoko

Uji Handoko Eko Saputro alias Hahan menciptakan karya-karya yang bercirikan pergulatan antara ‘high art’ dan ‘low art’, mengaburkan realisme dengan dekorasi. Karya-karyanya menggambarkan titik kontak yang ada antara urbanisasi dan agraria atau antara lokal dan global yang mengkritik dan mengakui keterlibatan dengan struktur dan mekanisme dunia seni komersial. Memang, tema penolakan dan kesuksesan hadir di seluruh praktik Hahan, yang mencakup lukis, pahat, gambar, dan membuat cetakan. Karya-karya ini menawarkan wawasan tentang jiwa seniman Asia Tenggara pasca-booming yang menavigasi kompleksitas dan tantangan dunia seni global yang berkembang.

Dia telah berpartisipasi dalam sejumlah pameran termasuk Contemporary Worlds: Indonesia National Gallery of Australia, Canberra 2019; NGV TRIENNIAL 1st 2017 Melbourne dan APT 7th 2012 Brisbane. Ia juga dikenal sebagai pendiri ruang seni alternatif Ace House Collective, Yogyakarta.

Selengkapnya tentang Uji Hahan:

Instagram: @ujihahan

 

Tentang British Council Indonesia

British Council merupakan organisasi internasional asal Inggris yang membangun koneksi, kesepahaman dan rasa percaya antara orang – orang di Inggris dan negara lainnya melalui seni dan budaya, pendidikan dan Bahasa Inggris. Connections Through Culture (CTC) adalah program hibah dari British Council yang bertujuan untuk mendukung pertukaran dan kolaborasi antara Inggris dan Asia Tenggara. Dengan merayakan keragaman ekspresi budaya di kedua wilayah, program ini menawarkan dukungan, informasi, masukan, dan kesempatan berjejaring untuk pengembangan profesional. Diharapkan para penerima hibah dari Inggris dan negara -negara di Asia Tenggara dapat menuai manfaat dari inspirasi yang diperoleh atas pertukaran ide serta bersama-sama memaknai sejarah kebudayaan.

Selengkapnya: www.britishcouncil.id 

https://www.britishcouncil.id/en/musicians-residence-2021-22-0

SHARE

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on email
subscribe icon
Stay connected with PSBK.