Gambar Bergerak edisi Maret 2021: Retrospektif Mark Rappaport

Pada akhir bulan Maret 2021, Program pemutaran film Gambar Bergerak kembali hadir setelah hampir satu tahun vakum. Kali ini Gambar Bergerak akan hadir dalam format seperti sebelum-sebelumnya, yaitu luring. Ini akan menjadi program publik yang diselenggarakan luring pertama kali selama masa pandemi berlangsung. Untuk menjaga agar supaya kegiatan ini berlangsung aman dari resiko penyebaran virus covid-19, kegiatan akan berlangsung dengan memperhatikan protokol kesehatan ketat. Penonton diwajibkan untuk reservasi terlebih dahulu sebagai pendataan, wajib menggukan masker selama di area PSBK, mnghindari kontak fisik, cek suhu badan dan menggunakan hand sanitizer sebelum memasuki ruang menonton. Selain itu, ruang menonton juga akan didesain dengan tempat duduk yang berjarak.

Sebagai pengenalan ulang, Gambar Bergerak merupakan sebuah program pemutaran reguler yang digagas oleh PSBK & bekerja sama dengan Forum Film Dokumenter (FFD. Bertujuan untuk menghadirkan ruang tonton alternatif yang menawarkan wacana kontekstual melalui pilihan film yang diputar. Pada saat yang bersamaan, ruang ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran dan pengayaan wawasan tentang film itu sendiri.

Pada pemutaran kali ini, Gambar bergerak menghadirkan empat film pendek karya Mark Rappaport, sutradara independen dan perintis film esai. Film esai muncul sebagai bentuk komentar sang pembuat yang digerakkan oleh tesis tertentu. Sementara ini, film esai disepakati sebagai potongan rekaman dari satu film atau lebih untuk mengungkapkan wawasan baru mengenai film itu sendiri.

Film-film Rappaport –baik narasi eksperimental maupun film esainya— menginterogasi persona bintang dan ideologi Hollywood dengan menggabungkan karya orang-orang terkenal, gaya barok dan paduan narasi yang membentuk kesinambungan gambar dan cerita dengan premis tertentu.

Layar adalah elemen netral dalam pengalaman menonton film yang berinteraksi dengan penonton pada esai The Empty Screen (2017). Rappaport mengeksplorasi meja rias menjadi perangkat yang menjebak wanita dalam film-film Douglas Sirk, The Vanity Tables of Douglas Sirk (2014) menunjukkan sebuah distorsi nyata tentang peran yang dimainkan wanita dalam masyarakat. Pada esai Our Stars (2015), ia mengambil metafora superstar dalam bisnis film sebagai mesin yang mampu memproduksi romansa. Rappaport menghadirkan sensasi khas dalam Private Screenings (2017) dengan menampilkan rendering film dari Inglourious Basterds yang memberikan dasar esai tersebut.

Karya Rappaport menganggap gambar film yang ada sebagai teks dengan menganalisis dan menciptakannya kembali untuk merenungkan film itu sendiri. Melalui pemutaran kali ini, kami harap Anda menemukan hal baru lainnya yang menggambarkan dunia melalui sudut pandang mereka sendiri. Selamat Menonton.

 

 

 

 

SHARE

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on email
subscribe icon
Stay connected with PSBK.